Showing posts with label Kesehatan Anak. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan Anak. Show all posts

Thursday, 4 December 2014

Anak Cerdas Warisan Ibu yang Cerdas

Pernahkah Anda mendengar pernyataan bahwa kecerdasan anak merupakan warisan dari sang ibu?

Anak Cerdas Warisan Ibu yang Cerdas

Penelitian dilakukan pada pasangan kembar terpisah dari seluruh dunia dan menguji kepribadian serta IQ mereka. Hasilnya bahwa anak-anak adopsi yang dibesarkan bersama ternyata nol. Hal itu membuktikan bahwa pengaruh asuhan tidak berpengaruh pada IQ anak.

Berdasarkan studi yang lain disimpulkan bahwa pengaruh peristiwa yang terjadi dalam kandungan terhadap kecerdasan anak 3 kali lebih besar dibanding yang diperbuat orangtua setelah bayi lahir. Senada dengan ucapan ahli genetika dari UMC Nijmegen Netherlands bahwa faktor genetika seorang ibu sangat besar  terhadap kecerdasan anak.

Peran Awal Ibu Dalam Menentukan Kecerdasan


Sel Ovum (dari perempuan) merupakan sel gamet yang terdiri dari inti sel dan sitoplasa lengkap dengan organel - organel yang akan berperan dalam proses pembelahan sel. Sel Sperma (dari pria) merupakan sel gamet yang terdiri atas kepala dengan inti sel dan ekor yang mengandung mitokondria sebagai pemberi energi bagi pergerakan sperma.

Empat belas jam sebelum proses pembuahan (fertilisasi), ekor sperma yang mengandung mitokondria akan dilepas dan dibuang. Inti sel ovum dan sperma akan melebur menjadi satu sehingga terbentuklah sel baru yang disebut zygot.

Inti zygot merupakan gabungan antara inti sperma dan ovum sedangkan sitoplasma dan organel-organel sel berasal dari organel sel ovum. Hal itu menunjukkan bahwa peran ovum lebih besar daripada sperma dalam proses pembelahan sel selanjutnya.

Dari situlah awal peran ibu dalam menentukan kecerdasan melalui mitokondria. Perlu diketahui bahwa mitokondria berasal dari sel telur bukan sel sperma. Oleh karenanya kecerdasan anak diwariskan oleh ibu, bukan ayah.

Mitokondria ini berfungsi untuk memproduksi kimia tubuh bernama adenosin tri phosphat (ATP). Hasil reaksi ATP ini menjadi sumber energi bagi manusia. Mitokondria adalah salah satu bagian sel yang punya DNA sendiri, selebihnya dihasilkan gen di inti sel. Kalau diprosentase, kecerdasan anak 75 persen diwariskan dari ibu.

Friday, 14 November 2014

Mengatasi Mimisan Pada Anak

mengatasi mimisan pada anak

Pertanyaan:

Dokter, kalau tidak salah sejak usia 4 tahun anak saya kadangkala mengeluarkan darah dari hidung. Kata orang Jawa mimisan. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Jawab:

Darah keluar dari hidung dalam istilah medisnya adalah epistaksis, penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari infeksi di dalam hidung, batuk pilek, demam, trauma pada hidung, atau karena benturan.

Saran saya jika terjadi darah keluar dari hidung janganlah terlalu panik. Anda bisa menekan hidung bagian atas atau punggung. Jika dalam 15 menit belum juga berhenti sebaiknya segera diperiksakan ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Oleh: dr Hj Andriana, Sp THT-KL, M Si Med

Sunday, 9 November 2014

Popok Bayi Picu Keterlambatan Jalan Bayi?


Bayi belum mampu mengontrol otot kandung kemihnya sehingga kebiasaan bayi rajin mengompol. Hal itu masih terbilang wajar. Masalah bayi mengompol sekarang sudah mudah ditangani, dengan memberikan popok bayi yang praktis. Ompol bayi tidak akan merembes membasahi kasur dan benda sekitar.

Penggunaan popok juga sangat menguntungkan para ibu, selain bisa menghemat cucian, popok juga memudahkan saat bayi diajak ke luar rumah. Ibu tidak lagi khawatir jika tiba-tiba anaknya mengompol. Meskipun keberadaan popok sangat membantu, tapi sebuah penelitian mengungkapkan bahwa popok dapat memperlambat kemampuan bayi untuk berjalan. Para psikolog di New York University melakukan penelitian pada 60 bayi yang baru belajar jalan atau mulai berjalan.

Ternyata popok tidak hanya timbulkan ruam pada kulit bayi, tapi juga membuat bayi lebih sulit belajar berjalan. Dari 60 bayi yang diteliti, separuhnya berusia 13 bulan yang baru saja belajar berjalan. Separuh lagi berusia 19 bulan yang sudah mulai bisa berjalan. Bayi-bayi tersebut diuji 3 kali, saat telanjang, mengenakan popok kain, dan mengenakan popok sekali pakai.

Ada 17 dari 30 bayi terjatuh yang mengenakan popok sekali pakai, 21 bayi yang jatuh ketika mengenakan popok kain lebih besar. Pada bayi usia 19 bulan pengaruh pemakaian popok masih ada hanya saja tidak terlalu menonjol. Ketika mengenakan popok, bayi cenderung mengambil langkah lebih lebar tapi pendek.

Whitney Close mengatakan bahwa popok membuat adanya gumpalan di antara kaki, berpotensi memperburuk keseimbangan dan posisi bayi. Jadi popok itu sendiri merupakan suatu gangguan biomekanis yang berlangsung saat jalan.

Meskipun belum dilakukan penelitian lebih lanjut, para peneliti yakin bahwa melepas popok akan mempercepat proses belajar berjalan bayi. Padahal pada kenyataannya para orangtua harus sedikit lebih bersabar ketika bayi mengompol :D

Friday, 26 September 2014

Tips Mengatasi Flu dan Pilek Pada Anak


Anak - anak terutama balita (bawah lima tahun) masih sangat rentan sekali terserang influenza. Penyakit yang belum ada obatnya ini rawan sekali menular melalui udara, batuk atau bersin. Masa inkubasi virus influenza berlangsung antara 1 - 3 hari. Walaupun tergolong penyakit ringan, namun penyakit ini tentu sangatlah mengganggu. Apalagi jika anak-anak yang menderitanya. Lalu bagaimana penanganan yang baik jika si kecil terserang influenza?

Langkah awal yang baik menentukan apa penanganan/perawatan yang baik. Maka dari itu harus benar-benar diperhatikan dua hal penting berikut untuk mengatasi flu dan pilek pada anak:

1. Memahami gejala flu

Orang tua bisa melihat gejala flu yang dialami anak, diantaranya seperti demam mendadak, sakit tenggorokan, hidung tersumbat dan keluar cairan / lendir karena pilek. Selaian itu biasanya suara anak sengau dengan diiringi batuk, bersin, lesu dan nafsu makan berkurang. Bagi yang masih bayi akan kesulitan menyusui dengan botol maupun ASI.

2. Jangan tunggu terlalu lama

Bila terjadi gejala flu yang telah diidentifikasi seperti di atas hendaklah orang tua khususnya ibu segera mengambil langkah atau tindakan cepat untuk menghindari agar tidak parah. Jika dibiarkan berlarut maka dampaknya akan lebih buruk. Bahkan bisa berakibat fatal terjadi pneumonia yang berujung pada kematian.

Berikut beberapa cara penanganan yang harus dilakukan oleh orangtua untuk mengatasi lebih dini flu dan pilek pada anak

  • Usahakan anak untuk istirahat sebanyak mungkin, singkirkan benda yang bisa mengganggu istirahat anak sebab pada saat seperti itu kepekaan anak terhadap suara cukup tinggi sehingga akan berakibat istirahatnya kurang berkualitas
  • Atur posisi kepala dengan menambah bantal lebih tinggi saat istirahat agar pernafasan anak tetap lancar meskipun hidung tersumbat
  • Beri air putih lebih banyak untuk mencegah dehidrasi, pemberian air putih untuk diminum minimal setiap 1 jam sekali
  • Untuk mengurangi demam dan rasa sakit berikan paracetamol untuk anak agar anak nyaman istirahat.
  • Jika pada bayi yang kesulitan menghisap ASI atau minum dari botol bersihkan hidung dari lendir yang mengering dengan menggunakan cotton bud basah.
  • Apabila lendir pada hidung masih basah, ditandai dengan nafas anak yang tidak jernih, keluarkan dahak secara alami pada anak dengan cara menepuk-nepuk bayi setelah dijemur sinar matahari pagi.
  • Segera bawa anak yang tidak kunjung sembuh  ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapat penanganan yang lebih intensif.

Wednesday, 3 September 2014

Cara Mengeluarkan Dahak Pada Balita Secara Alami

cara mengeluarkan dahak pada balita

Seorang ibu tentu akan sangat sedih ketika melihat si kecil kesulitan untuk bernafas dikarenakan dahak. Dalam artian saat bernafas bayi tersebut terdengar bunyi seperti mendengkur. Hal itu biasanya sering terjadi pada ketika balita sedang terkena flu.

Jika sakit pada bayi sudah sangat parah sebaiknya konsultasikan kepada dokter spesialis anak untuk memperoleh solusi. Namun jika hanya flu ringan dengan dahak yang masih normal berupa cairan berwarna bening Anda bisa mengeluarkan dahak pada anak secara alami tanpa obat.

Cara Awam Mengeluarkan Dahak / Lendir pada Anak

Para orangtua zaman dahulu akan melakukan apa saja ketika melihat buah hatinya terganggu dengan lendir dahak. Misalnya saja saat pilek, biasanya orang awam mengeluarkan dahak anak dengan segala cara, salah satunya menghisap menggunakan mulut ibu.

Cara seperti itu tidak dianjurkan menurut literatur kesehatan. Sebagaimana kita ketahui bahwa mulut merupakan sumber bakteri, akan tidak baik jika terkontaminasi pada anak. Bisa jadi malah menimbulkan berbagai macam penyakit baru. Lalu bagaimana yang seharusnya seorang ibu lakukan untuk mengeluarkan dahak pada anak?

Cara Alami Keluarkan Dahak Pada Anak

Pada dasarnya balita belum bisa diberi arahan untuk mengeluarkan dahaknya sendiri, untuk itu harus dengan bantuan ibu. Tanpa obat ibu bisa melakukan beberapa aktivitas dengan bayi supaya dahak keluar. Begini cara mengeluarkan dahak pada balita secara alami:

Langkah-langkahnya, ibu dan si kecil diajak berjemur di bawah sinar matahari pagi yang tidak terlalu menyengat. Biasanya antara pukul 7 pagi hingga setengah 9. Lama berjemur bisa ibu perkirakan sendiri hingga badan bayi terasa hangat. Jangan lupa memberi kayu putih atau minyak telon pada tubuh bayi sebelum berjemur.

Sembari terus diberikan ASI yang fungsinya untuk mengencerkan dahak. Panas matahari pagi masih baik untuk mengencerkan dahak bayi secara alami sehingga mudah dikeluarkan. Setelah berjemur, tengkurapkan bayi dipangkuan ibu kemudian tepuk-tepuk ringan pada punggungnya. Jika tidak keluar maka Anda tidak perlu khawatir, dahak yang sudah encer akan keluar bersama feses si kecil.

Demikian tips alami mengeluarkan dahak pada balita untuk para ibu yang sedang kebingungan bagaimana mengatasi anak terkena flu. Semoga membantu.


Friday, 25 July 2014

Operasi Katarak Konginetal pada Anak


Katarak adalah salah satu jenis penyakit yang sering menjadi momok bagi orang tua. Tapi apakah Anda tahu bahwa penyakit katarak juga bisa menyerang anak-anak dan bahkan bayi. Ada beberapa jenis katarak, salah satunya adalah katarak mata konginetal. Penderita mengalami gangguan penglihatan sejak seorang anak. Tanda-tanda cukup mudah untuk mengetahui gejalanya, dilihat dari munculnya bercak putih pada mata, bola mata juga membesar. 

Jika Anda memiliki anak-anak dengan ciri-ciri tersebut mata anak Anda harus diperiksa segera. Karena, operasi katarak konginetal harus dilakukan sebelum anak berusia enam bulan. Alasannya bukan tanpa sebab, pada usia mata anak yang lebih dari enam bulan akan mengalami ambyopia (mata malas). Pada saat itu, mata tidak tumbuh dengan baik, selain itu katarak akan lebih parah mempengaruhi pandangan. Idealnya, operasi katarak dilakukan bila katarak mulai mengganggu penglihatan. 

Ada beberapa jenis operasi katarak, salah satunya adalah metode operasi katarak sayatan kecil (SICS). Teknik bedah ini bisa dibilang salah satu yang terbaik, meskipun harganya tidak murah. Dalam operasi sekitar 6 mm irisan tebal. SICS cukup mahal, tapi dijamin hasil yang memuaskan.