Showing posts with label Obat Herbal. Show all posts
Showing posts with label Obat Herbal. Show all posts

Thursday, 7 August 2014

Mengobati TB dengan Daun Pegagan


Daun Pegagan atau biasa disebut secara ilmiah Cantella asiatica, di berbagai daerah di Indonesia memiliki nama lokal seperti: antanan, panegowang, Rendeng, rambut gading kecil, antenan besar, naik tekosan, pegaga, kori-kori

Centella asiatica dapat tumbuh sampai ketinggian 2.500 m di atas permukaan laut. Jenis tanaman tanpa batang, dengan rimpang pendek dan stolon-merayap panjang stolon dari 10-80 cm. Akar dari setiap punuk, dengan cabang-cabang yang akan membentuk tanaman baru. Daun tunggal (satu), panjang sekitar 5-15 cm batang dengan bentuk seperti ginjal manusia. Manfaat Centella asiatica 

Manfat Daun Pegagan Untuk Obat

Sebagai tanaman obat, pegagan telah digunakan terutama oleh masyarakat India, Pakistan, Malaysia, dan Indonesia. Berbagai manfaat yang diberikan oleh Centella asiatica meliputi: Obat untuk kusta (penyakit kronis menular yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae) dan tuberkulosis (TB). Meningkatkan ketahanan tubuh, membersihkan darah, meningkatkan urin, memberi efek positif pada daya stimulasi saraf otak, meningkatkan transportasi pada pembuluh darah otak. Bahkan saat ini digunakan sebagai tonik untuk memperkuat dan meningkatkan daya tahan otak dan saraf. Tanaman ini juga digunakan secara oral maupun topikal untuk meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki, mencegah varises, dan salah urat. Selain itu untuk membantu meningkatkan daya ingat, mental, dan stamina tubuh, pegagan juga dapat membantu menyeimbangkan tingkat energi serta menurunkan gejala stres dan depresi. 

Penelitian pada Pegagan dari berbagai percobaan terhadap pegagan ditemukan kemampuannya untuk menghancurkan bakteri yang menyebabkan infeksi, seperti Staphylococcus aureus, Escherechia coli, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, dan sejenisnya. 

Sementara itu, dalam bentuk infus atau ekstrak etanol, tanaman ini diyakini menghambat pertumbuhan bakteri. Laorpuksa A dan rekan-rekannya dalam studi pada tahun 1988 membuktikan, Estrak air pegagan untuk melawan bakteri yang menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan. Sementara Herbert D. dan teman-teman dari Tuberculosis Research Center di India mencoba efek pegagan pada bakteri tuberkulosis H37Rv secara in vitro. Akibatnya, Centella asiatica efek tidak langsung pada bakteri tuberkulosis. Namun, Herbert menyarankan penelitian lebih lanjut dari senyawa asiaticoside aktif. 

Dugaan Herbert terbukti benar. Berdasarkan penelitian lanjutan, senyawa aktif pegagan mycobakterium ternyata melawan tuberkulosis dan Bacillus leprae (Oliver-Bever, 1986). Penelitian selanjutnya oleh Walter H. Lewis juga mengatakan kola termasuk kelompok tanaman yang menghasilkan zat seperti antibiotika dan asiaticoside. Khasiat pegagan juga telah diuji oleh Boeteau P. dan rekan-rekannya, yang menginokulasi guinea pig hewan percobaan dengan Basil bakteri TBC selama 15 hari. Injeksi 0,5 ml 4% asiaticoside diberikan kepada kelinci percobaan, terbukti mengurangi jumlah lesi tuberkular di paru-paru, hati, dan limpa. Senyawa asiaticoside membuat pegagan tak hanya menghambat pertumbuhan bakteri TB, tetapi juga berpotensi sebagai imunomodulator - peningkat daya tahan tubuh.

Cara Mengobati TB dengan Daun Pegagan

Secara empiris, penggunaan pegagan untuk membasmi tuberkulosis paru-paru dapat dilakukan dengan mengacu pada resep berikut:
  • Cuci 30-60 g pegagan segar
  • Rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas
  • Minum 3 kali sehari. 
Untuk TB Kulit: Tumbuk daun pegagan lalu tempelkan pada bagian yang sakit.

Berbagai penelitian lain mengenai khasiat pegagan telah banyak dilakukan. Manfaat yang terkait dengan saraf dan fungsi otak telah dibuktikan lewat berbagai penelitian. Sebanyak 30 pasien anak yang menderita lemah mental menunjukkan kemajuan yang signifikan setelah dirawat dengan ramuan seperti itu selama 12 minggu. 

Daun Pegagan Meningkatkan Kerja Otak

Pada orang dewasa dan tua penggunaan pegagan sangat baik untuk membantu memperkuat daya kerja otak, meningkatkan memori, dan memerangi kelelahan.

Centella asiatica juga bermanfaat bagi anak-anak dengan Attention Deficit Disorder (ADD). Hal ini disebabkan efek stimulasi pada otak sehingga meningkatkan kemampuan seseorang untuk lebih konsentrasi dan fokus. Selain itu juga memiliki efek relaksasi pada sistem saraf yang terlalu aktif.

Penelitian lain menunjukkan, berbagai penyakit seperti skleroderma, gangguan pembuluh darah vena, serta gangguan pencernaan rata-rata dapat disembuhkan dengan ramuan tersebut hingga 80% setelah 2-18 bulan.

Kandungan kimia pegagan (Centella asiatica) yang biasa dikenal sebagai Centella Herba mengandung asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, asam Brahmic, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, karotenoid, hydrocotylin, vellarine, tanin dan garam-garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan zat besi. Triterpenoida glikosida disebut asiaticoside memiliki antilepra berkhasiat untuk penyembuhan luka yang luar biasa.

Wednesday, 28 December 2011

Manfaat Daun Sirsak Untuk Kanker

manfaat daun sirsak

Source of picture: didinensiklopedia.wordpress.com 

Siapa yang tak kenal Buah Sirsak. Buah yang memiliki duri pada kulitnya tersebut rasanya asem-asem segar. Cocok untuk dibuat minuman buah dingin pada siang hari seperti sekarang ini. Meskipun buah sirsak ini kurang populer dibandingkan dengan buah lainnya, tapi banyak orang sudah mengenalnya.

Namun bukan pada buah sirsaknya yang menjadi perhatian, melainkan daunnya. Iya, daun sirsak tidak kalah besar manfaatnya dari buahnya sendiri. Banyak manfaat yang bisa didapat dari daun sirsak, antara lain yang paling tersohor adalah untuk mengobati penyakit kanker. Manfaat daun sirsak untuk kanker sudah pernah dibuktikan oleh keluarga saya.

Cara Mengolah Daun Sirsak Untuk Mengobati Kanker

Belakangan ini sudah bertebaran obat herbal dari daun sirsak yang sudah dikemas lebih efisien dalam bentuk kapsul. Obat kanker dari ekstrak daun sirsak tersebut sudah bisa kita temukan di toko-toko herbal terdekat dengan harga yang bervariasi.

Ada beberapa orang yang enggan atau tidak bisa menjangkau ekstrak daun sirsak yang sudah tinggal minum. Tapi tak perlu khawatir, kita bisa membuatnya sendiri dengan praktis, hehe. Berikut cara mudah membuat ramuan dari daun sirsak untuk mengobati penyakit kanker:

1. Ambil kira-kira 10 lembar daun sirsak yang sudah tua
2. Rebus dengan 3 gelas air hingga menyusut menjadi 1 gelas
3. Minum air rebusan 2 kali setiap hari

Minum secara teratur pagi dan sore selama kurang lebih 2 minggu. Biasanya setelah minum air rebusan daun sirsak tersebut badan akan terasa hangat, dan itu artinya daun sirsak bekerja membunuh sel-sel kanker. Untuk pencegahan, cukup mengkonsumsi jus sirsak saja.

Pengobatan kanker dengan air rebusan daun sirsak sudah pernah dilakukan oleh salah satu anggota keluarga saya dan alhamdulillah ada kemajuan. Kanker payudaranya tidak terasa sakit setelah beberapa hari mengkonsumsi air rebusan daun sirsak. Akan tetapi perlu rutin mengkonsumsi secara teratur dalam jangka waktu lama untuk menghilangkan kanker.

Semoga cara ini bisa mengobati kanker yang Anda derita. Tidak ada salahnya untuk mencoba bukan? Jangan lupa juga untuk memeriksakannya ke dokter untuk mengkonsultasikan penyakit kanker tersebut.

Sunday, 27 February 2011

Manfaat Pare Untuk Mengobati HIV Aids

manfaat pare untuk hiv aids
Ada yang pernah makan pare?

Iya, pare yang biasanya dijadikan siomay itu. Sayur yang rasanya pahit itu ternyata banyak manfaatnya lho untuk kesehatan kita.

Pare (Momordica charantia) merupakan salah satu jenis sayuran yang tumbuh merambat dengan sulur-sulur spiral. Daunnya berbentuk jari dengan bunga-bunga kuning dan batang dengan bulu agak kasar. Permukaan buah berbintik-bintik dan rasa buah pahit. Tanaman ini hidup di tempat yang beriklim panas, seperti Asia, Afrika Timur, Amerika Selatan dan Karibia

Di Indonesia banyak orang menyukai pare untuk dimasak dan dijadikan lauk pauk. Sebenarnya tidak hanya digunakan untuk lauk pauk, ada banyak manfaat lain yang disediakan oleh pohon pare untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Semua bagian dari tanaman ini memiliki sifat yang luar biasa. 

Buah Pare mengandung albiminoid, karbohidrat dan pewarna. Daunnya mengandung zat pahit, minyak lemak, asam dammar, protein, zat besi, kalsium, fosfor, vitamin A, B1 dan C yang berfungsi untuk menjaga kerusakan kulit akibat sengatan utra-violet. Ini berarti pare untuk mencegah munculnya bintik-bintik hitam dan kerutan pada wajah. Sementara akarnya mengandung asam dan asam momordial aleonolat. Sementara bijinya mengandung saponin, alkaloid, triterprenoid, dan asam momordial. Di beberapa negara, terutama Jepang, Korea dan China, selain untuk makanan, pare juga digunakan untuk pengobatan

Kandungan Pare

Tingkat kalsium dalam peria yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan produksi sel-sel beta di pankreas untuk memproduksi insulin. Ketika insulin yang cukup dalam tubuh, kelebihan glukosa dapat dicegah, sehingga kadar glukosa dalam darah akan menjadi normal atau dikendalikan. Senyawa fitokimia lutein dan likopen dalam melon pahit manfaat sebagai anti-kanker, antibiotik, antiviral, merangsang produksi insulin, yang menyeimbangkan tekanan darah dan kadar gula darah, perangsang nafsu makan dan pembasmi cacingan. 

Manfaat Pare Untuk Pengobatan HIV AIDS

Baru-baru ini, Profesor Lee-Huang dari University of New York juga menemukan zat yang luar biasa dalam pare, yaitu senyawa anti-HIV-AIDS. Zat ini disebut alpha-momorchorin, beta-momorchorin dan MAP 30 (Momordica antiviral protein 30). Zat ini didapatkan pada biji pare yang lebih tua. 

Di Amerika sendiri, kapsul berisi bubuk biji pare umumnya dipasarkan. Obat ini diakui menahan laju pertumbuhan virus HIV-AIDS. Berkat terapi pare, HIV-AIDS di Thailand dan Amerika Serikat terbukti secara klinis mampu menyehatkan dan meningkatkan berat badan. Tidak berlebihan kiranya, jika para ahli di dunia medis optimis dalam 10 tahun ke depan, akan menemukan obat untuk memerangi HIV-AIDS

Pare Untuk Berbagai Pengobatan

Selain itu, pare juga digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit seperti diabetes, batuk, cacing kremi pembasmi, bisul, demam pada ibu nifas, bronkitis, anemia, radang perut, sakit hati, nyeri haid, rematik, pelangsing tubuh, ASI diluncurkan, menyuburkan rambut, menghilangkan bekas luka, mengobati wasir, memperkaya konten, memecahkan masalah penyakit kulit, rabun malam, menurunkan demam, dan disentri Amoeba.