Showing posts with label Teknologi Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Teknologi Kesehatan. Show all posts

Wednesday, 12 November 2014

Asal Usul Alat Bantu Dengar

asal usul alat bantu dengar

Betapa nikmatnya mempunyai panca indera yang lengkap dan masih berfungsi normal. Sebaliknya betapa menderitanya orang yang mempunyai gangguan pada salah satu panca inderanya, misalnya pendengaran. Seorang yang mengalami gangguan pendengaran akan mengalami kesulitan dalam menerima informasi apapun.

Menyadari betapa pentingnya indera pendengaran dalam kehidupan manusia, para ahli sejak dulu berusaha untuk menciptakan alat bantu dengar. Alat bantu dengar berfungsi agar orang yang mengalami gangguan pada pendengarannya tetap bisa mendengar.

Asal Usul Alat Bantu Dengar


Alat bantu dengar sebenarnya sudah mulai dicetuskan sejak lama, bahkan sejak ratusan tahun sebelum masehi. Berikut perkembangan terciptanya alat bantu dengar dari masa ke masa.

Tahun 550 SM

Dalam buku  sastra klasik Yunani Illiad, seorang ilmuan bernama Homer berusaha menciptakan alat bantu dengar. Bentuknya seperti terompet satu sisi berlubang besar dan sisi lainnya berlubang kecil. Lubang kecil ditempelkan ke daun telinga. Alat ini awalnya dirancang untuk mendengar suara dari jarak jauh untuk kepentingan militer.

Tahun 300 SM

Dua abad kemudian alat ini sudah mengalami perubahan bentuk dan bahan pembuatnya. Saat itu orang-orang Yunani kuno menggunakan kulit kerang ke Phoenicia sebagai terompet telinga. Kulit kerang dikeringkan, lalu dicat sehingga lebih menarik dan bernilai jual.

Tahun 1624

Ilmuan asal Belgia, Jean Leurechon memodifikasi terompet telinga lebih simpel lagi. Bentuknya tidak berbeda jauh hanya saja lebih kecil dan praktis. Karyanya dipublikasikan melalui buku Recreations Mathematiques.

Tahun 1715

Seorang pengrajin asal Inggris kembali memodifikasinya dalam bentuk yang lebih kecil dan bisa dikaitkan dengan daun telinga.

Tahun 1898

Salah satu perusahaan asal Amerika Serikat membuat inovasi baru lebih modern. Dengan menggunakan mikropon karbon membuat pancaran suara lebih peka.

Tahun 1954

Perusahaan dari Eropa dan Amerika kembali memodifikasi alat bantu dengar tersebut semakin kecil sehingga dapat dipasang digagang kacamata.

Tahun 1955

Setahun kemudian para ahli mulai dengan pemakaian sistem digital dan bisa dipasang di dalam telinga.

Tahun 1970

Profesor Graeme Clark dan Rod Saunders mulai mempelopori teknik alat bantu dengar dengan implantasi. Alat ini mampu merangsang saraf penerima dengan getaran listrik beberapa menit. Bentuknya kecil bisa dimasukkan ke dalam telinga.

Tahun 1984

Alat bantu dengar dikembangkan lagi sebagai kuping bionik. Bentuknya kecil dimasukkan ke dalam telinga. Alat ini mampu menolong orang yang sama sekali tuli dan sulit mendengar dalam kondisi parah.

Monday, 3 November 2014

Alat Pembasmi Kanker Karya Anak Negeri


Penemu Alat Pembasmi Kanker

Perkanalkan ahli kanker yang menemukan alat pembasmi kanker, Prof Dr Warsito P Taruno. Pria kelahiran Karanganyar 15 Mei 1967 itu ilmuan Indonesia di bidang kesehatan yang beberapa tahun terakhir masyhur karena alat penemuannya.

Pria jenius lulusan pendidikan S3 di Universitas Shizouka Jepang itu menegaskan bahwa alat temuannya lebih cepat menyembuhkan kanker yang ganas atau stadium tinggi. Hal itu terjadi karena alat ciptaan Prof Warsito ini bereaksi pada momentum yang sempit, pada saat sel berkembang atau membelah yang jadi ciri khas kanker ganas.

Alat Pembasmi Kanker Sembuhkan Ribuan Pasien

Alat Pembasmi Kanker

Pasien pengidap kanker kini bisa bernafas lega dengan temuan salah satu ilmuan Indonesia ini. Penyakit yang konon sangat mematikan itu kini bisa dibasmi dengan alat pembasmi kanker. Alat pembasmi kanker ini bernama Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT).

Risetnya dari tahun 2003 hingga 2006 itu tidak sia-sia. Alat pembasmi kanker ciptaan Prof Warsito sudah menyembuhkan ribuan pasien pengidap kanker berbagai stadium. Pasien pertama peraih Bakrie Award 2009 ini Suwarni, kakak kandungnya sendiri yang mengidap kanker payudara stadium 4.

Setelah memakai bra antikanker buatan Warsito, Suwarni mengalami kesembuhan. Dan kesembuhannya sudah melalui pemeriksaan dari dokter India dan Singapura. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, kanker Getah Bening yang diidapnya pun ikut sembuh. Celana ECVT antikanker juga menghilangkan kista yang menyebabkan sulit hamil.

Alat pembasmi kanker Warsito bahkan sudah lebih dari 2000 macam sejak 6 bulan setelah pertama kali ditemukan. Alat ini sudah dipakai pasien di banyak negara seperti pasien di Indonesia, India, Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Eropa, China, dan Taiwan. Meski bisa menyembuhkan kanker, alat ini masih dalam taraf penelitian.

Konsultasi dan Pembelian Alat Pembasmi Kanker

Meskipun banyak dibutuhkan penderita kanker, alat pembasmi kanker ini belum dipasarkan dan dikomersilkan secara luas. Prof Warsito membuka pintu konsultasi untuk pembelian alat ini bagi yang benar-benar membutuhkan dan tidak ada alternatif lain.

Silakan bisa datang langsung ke alamat di bawah ini:

C-TECH LABS Edwar Technology
Jl Hartono Raya R-28, Modernland Tangerang, telp 021 5529930 / 5529929

Lab buka setiap Senin - Jumat mulai pukul 09.00 s.d 17.00 Wib, hari Sabtu setengah hari. Sebelum kontrol telpon terlebih dahulu, tapi nomor telpon sulit dihubungi karena banyak orang yang telepon.